Sabtu, 18 September 2010

Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam

Mahmud Sapsal Barugae
a. Pengertian MGMP PAI
Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam disingkat MGMP PAI adalah “wadah kegiatan professional untuk membina hubungan kerjasama secara koordinatif dan fungsional antara sesma Guru Pendidikan Agama Islam yang bertugas pada SLTP dan SLTA”[1]
MGMP PAI intinya adalah musyawarah sebagai proses interaksi edukatif. Prinsip musyawarah ini sangat ditekankan dalam Islam sehingga harus senantiasa ditegakkan. Karena dengan musyawarah itulah, manusia saling memberi kesempatan dan saling menerima pendapat, sekaligus sebagai pemenuhan hak-hak sesama manusia. Untuk itu, Allah swt., berfirman dalam QS : 3 (Ali Imran) ; 159 :
وَشَاوِرْهُمْ فِي اْلأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
Terjemahnya :
…, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.[2]

Ayat tersebut menekankan pentingnya musyawarah dalam segala urusan, termasuk MGMP PAAI sebagai suatu wadah bagi para guru untuk saling tukar pikiran, tukar pengalaman dan untuk memecahkan berbagai persoalan yang berkaitan dengan tugas profesional guru. GPAI dengan mudah dapat menemukan pengetahuan yang dapat membantu dalam pelaksanaan tugas secara lebih efektif.
Prinsip musyawarah dalam MGMP PAI merupakan suatu landasan utama merekrut berbagai pendapat dan pengalaman untuk dapat diputuskan bersama dan dilaksanakan bersama. Dalam hal ini musyawarah merupakan syarat mutlak yang harus dilakukan dalam memberdayakan MGMP PAI sebagai wahana dalam pengembangan profesi guru, karena profesionalisme guru semestinya mencerminkan keahlian dalam pelaksanaan tugasnya. Oleh karena itu, Nabi Muhammad saw., sangat menekankan profesionalisme dalam melaksanakan suatu pekerjaan, sebagaimana hadits yang diriwayatkan Imam Bukhary dari Abu Hurairah RA, yang berbunyi :
إِذَا أُسْنِدَ اْلأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ[3]
Artinya : Apabila suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kerusakannya.
Dalam kaitan ini, MGMP PAI adalah wadah tempat kegiatan para anggota MGMP PAI untuk melaksanakan musyawarah dalam upaya peningkatan kemampuan dan keterampilan mengajar. Pada MGMP PAI ini guru dapat berdiskusi untuk mencari solusi dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam pengelolaan kegiatan belajar mengajar.[4] 
Sasaran utama terbentuknya MGMP PAI tidak hanya merupakan wadah perkumpulan guru mata pelajaran, tetapi yang lebih penting adalah upaya pembinaan profesionalisme guru sebagai pelaku utama dalam menentukan keberhasilan suatu proses pendidikan.

b. Bentuk kegiatan, fungsi dan tujuan MGMP PAI


Hal-hal pokok yang menjadi agenda dalam kegiatan MGMP PAI adalah:
1) Kegiatan MGMP PAI dalam bidang kurikulum, meliputi : Pemahaman kurikulum, Klasifikasi materi pendidikan Agama Islam, dan Penjabaran dalam topik-topik program semester
2) Kegiatan dalam bidang persiapan mengajar, meliputi :
a) Penyusunan program tahunan dan program semester
b)  Penyusunan program Satuan Pelajaran
3) embahasan tentang metodologi PAI yang efektif dan efisien untuk masing-masing unsur pokok, seperti Keimanan, Akahlak, Ibadah,  Alquran, Muamalah, Syariah, dan Tarikh
4) Pembahasan tentang alat dan media pembelajaran, meliputi :
a) Jenis-jenis alat dan media yang perlu dipakai dalam KBM PAI
b) Penyediaan alat dan media
c) Cara penggunaan alat dan media pendidikan agama Islam.
5) Pembahasan tentang evaluasi pendidikan agama Islam, meliputi : Sistem evaluasi, Teknik evaluasi, Cara menyusun soal, Sistem scoring,  Tindak lanjut hasil evaluasi.[5]

Bentuk kegiatan MGMP PAI sebagaimana yang telah diuraikan adalah berhubungan langsung dengan peranan dan tugas guru yang disertai persiapan dan perencanaan pembelajaran, memperbaiki dan mengubah cara mengajar sehingga menjadi efektif dan efisien, guna membangkitkan kreativitas siswa dan mewujudkan suasana yang kompetitif, mampu membelajarkan anak didik, sehingga memperoleh perubahan pengetahuan, sikap dan keterampilan.
Hal-hal penting lainnya yang dibahas dalam kegiatan MGMP PAI adalah menyangkut :
1)        Pembuatan atau penyusunan Lembar Kegiatan Siswa
2)        Permasalahan yang ditemui dalam PBM dan jalan keluarnya.
3)        Pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan Agama di Sekolah
4)        Buku Pendidikan Agama Islam (buku teks pokok, buku teks pelengkap, buku pedoman guru, bauku bacaan, buku sumber)
5)        Problema peserta didik
6)        Kasus-kasus khusus
7)        Kerjasama lintas sektoral
8)        Kerjasama lintas kelompok masyarakat
9)        Peraturan perundang-undangan
10)        Kegiatan studi banding dalam bidang pendidikan pendidikan
11)        Kegiatan karya wisata
12)        Angka kredit (pemahaman peraturan tentang angka kredit, bentuk-bentuk kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh angka kredit, dan prosedur memperoleh angka kredit, dan persyaratan usulan kenaikan pangkat)
13)        Peranan agama dalam kehidupan modern.[6]
Kegiatan MGMP PAI sebagaimana yang telah diuraikan adalah berhubungan langsung dengan peranan dan tugas guru untuk membantu anak dalam menghadapi kesukaran yang tak teratasi.
Dari  kegiatan-kegiatan MGMP PAI sebagaimana yang telah diuraikan tersebut dapat dirangkum menjadi 7 kegiatan pokok dalam hubungannya dengan tugas dan peranan guru sebagai pengajar dan pembimbing, yaitu :
1. Diskusi tentang pokok-pokok materi pengajaran
2. Pembicaraan tentang persiapan mengajar
3. Diskusi tentang metode pengajaran
4. Diskusi penggunaan alat dan media pengajaran
5. Membicarakan penilaian hasil belajar siswa
6. Pembicaraan tentang pembuatan LKS
7. Pembicaraan tentang pola-pola bimbingan yang disesuaikan dengan masalah siswa
Dengan kegiatan tersebut, dapat dipahami bahwa Fungsi MGMP PAI adalah :
1.    Dapat memberikan motivasi bagi guru-guru agar mengikuti setiap kegiatan di sanggar.
2.    Dapat meningkatkan kemampuan dan kemahiran guru dalam melakasanakan proses pembelajaran siswa sehingga dapat menunjang usaha peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan.
3.    Memberikan pelayanan konsultasi yang berkaitan dengan proses pembelajaran siswa.
4.    Menunjang pemenuhan kebutuhan guru yang berkaitan dengan proses pembelajaran siswa khususnya yang menyangkut materi pembelajaran, metodologi, sistem evaluasi dan sarana penunjang.
5.    Menganalisa proses pembelajaran siswa secara bersama untuk kemudian mengambil langkah penyempurnaan.
6.    Menyebarkan informasi tentang segala kebijakan yang berkaitan dengan pembaharuan pendidikan dalam bidamg kurikulum, metodologi, administrasi, sistem evaluasi dan lain-lain.
7.    Merencenakan, melaksanakan, mengevaluasi dan melaporkan hasil kegiatan MGMP serta menetapkan tindak lanjutnya.
8.    Menyalurkan aspirasi dan temuan-temuan yang berkaitan dengan masalah pendidikan di lapangan kepada fihak terkait[7]

Dengan demikian dipahami bahwa eksistensi MGMP PAI merupakan wadah untuk memperoleh informasi dan pengalaman yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas dan peranan guru dalam kegiatan belajar mengajar.
Adapun tujuan MGMP PAI, adalah untuk :
1.  Menjadi forum konsultasi antara sesama Guru Pendidikan Agama Islam
2.  Meningkatkan rasa kebersamaan dan tanggung jawab sebagai pendidik agama Islam yang bertujuan menanamkan keimanan (Tauhid) dan ketaqwaan terhadap Allah swt.
3.  Menumbuhkan kegairahan Guru Pendidikan Agama Islam untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan dalam mempersiapkan, melaksanakan dan mengevaluasi program Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Pendidikan Agama Islam.
4.  Memeratakan kemampuan dan kemahiran Guru Pendidikan Agama Islam dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar termasuk penguasaan berbagai metode belajar mengajar sehingga dapat menunjang usaha peningkatan pemerataan mutu Pendidikan Agama Islam
5.  Menampung segala permasalahan yang  dialami oleh GPAI dalam melaksanakan tugas sehari-hari dan bertukar pikiran serta mencari cara penyelesaiannya sesuai dengan karakteristik pelajaran PAI, Sekolah dan Lingkungan.
6.  Membantu GPAI dalam upaya memenuhi kebutuhannya yang berkaitan dengan KBM PAI.
7.  Membantu GPAI memperoleh informasi tehnis edukatif yang berkaitan dengan kegiatan PAI, kebijaksanaan kurikuler PAI dan mata pelajaran yang bersangkutan.
8.  Membantu GPAI untuk bekerjasama dalam meningkatkan kegiatan-kegiatan intra dan ekstra kurikuler PAI.
9.  Memperluas wawasan dan saling tukar menukar informasi dan pengalaman dalam rangka mengikuti pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pengembangan metode/teknik mengajar PAI.[8]

Bertolak dari tujuan yang hendak dicapai MGMP PAI tersebut, dapat dipahami bahwa eksistensi MGMP PAI adalah untuk memberdayakan GPAI sehingga mampu melaksanakan tugas secara profesional, yaitu memiliki perangkat pembelajaran seperti Program Tahunan, Program Semester, Analisis Materi Pelajaran, Skenario Pembelajaran, dan Program Satuan Pengajaran, serta Analisis Hasil Evaluasi Belajar, serta penguasaan kelas dan penguasaan materi pelajaran. 



[1]Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, Pedoman Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (MGMP PAI) pada SLTP dan SLTA, (Jakarta: Dikdasmen, 1994), h.  4

[2]Departemen Agama RI, Alquran dan Terjemahnya, (Jakarta: Proyek Pengadaan Kitab Suci Alquran, 1989), h. 103

[3] Muhammad bin Ismail Abu Abdullah al Bukhary al Ju’fy, Shohih Bukhary, Juz 5 (Beirut : Dar Ibn Katsir al Yamamah, 1987), h. 3282

[4]Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Petunjuk Pelatihan Kerja Guru, (Jakarta, Proyek Pengadan Sarana Pembinaan dan Penyempurnaan Dikmenum, 1991/1992), h.43-44

[5] Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, Pedoman MGMP PAI…Op Cit., h. 14-15

[6]Lihat ibid., h. 16

[7]Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, Petunjuk …Op Cit., h. 7.

[8] Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, Pedoman MGMP PAI…Op Cit., h. 14-15

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar